Karya Lukis Terbaik Dies Natalis XXVII ISI Yogyakarta

Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta menyelenggarakan pameran seni rupa dalam rangka Dies Natalis XXVII Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 30 Mei -6 Juni 2011 di Galeri ISI Yogyakarta.
Agus Burhan, Wiwik Wulandari, Seruni Bodjawati dan pengunjung pameran di depan karya lukis terbaik Dies Natalis XXVII Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada saat acara pembukaan.
Dari tiap-tiap prodi dipilih karya terbaik untuk dipamerkan dalam pameran ini. Proses penjurian dilakukan dosen dan panitia Dies Natalis. Dari ratusan karya yang mengikuti seleksi, penghargaan karya lukis terbaik prodi seni lukis diberikan pada Seruni Bodjawati dan Andis Pasaribu, sedangkan prodi seni patung pada Ardiyanto.
Proses penjurian Dies Natalis XXVII Institut Seni Indonesia Yogyakarta oleh dosen dan panitia Dies Natalis.
Karya terbaik Seruni Bodjawati yang memenangkan penghargaan berjudul Kemilau Bintang Pagi dengan medium akrilik pada kanvas dan ukuran 200 x 145 cm. Sejak berdirinya ASRI hingga ISI sekarang, Seruni merupakan pelukis termuda yang memperoleh penghargaan karya lukis terbaik Dies Natalis. Ia juga merupakan satu-satunya pelukis wanita Indonesia yang memenangkan penghargaan Dies Natalis dua kali berturut-turut. Selama empat semester kuliah di ISI, Seruni telah memenangkan penghargaan karya lukis terbaik Dies Natalis XXVII dan XXVI Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Karya Cat Air Terbaik, Sketsa Terbaik, dan Indeks prestasi tertinggi se-jurusan Seni Murni ISI Yogyakarta. Seruni yang mulai melukis sejak usia 10 bulan ini juga aktif mengikuti pameran di dalam maupun luar negri. 

Karya Seni mahasiswa dapat menjadi bibit unggul untuk masa mendatang. Keikutsertaan mahasiswa dalam pameran Dies Natalis kali ini dapat menjadi hal penting dalam memberi gerak kepercayaan pada kredibilitas ISI sebagai penyumbang seniman terbesar di Indonesia.

Poster pameran Seruni Bodjawati yang tersebar di City of Cuenca Spanyol. Dengan karya-karya Frida Kahlo nya yang menarik, Seruni disebut sebagai "La Joven Frida Kahlo de Indonesia" oleh orang-orang di kota Cuenca, Spanyol.

Popular Posts