Entrepreneur Alat Pertanian yang Membantu Pemerintah Mewujudkan Ekonomi Sejahtera: Eka Budi Santosa


Eka Budi Santosa adalah seorang industrialis dan entrepreneur alat-alat pertanian dengan selalu berinovasi untuk produksi alat-alat pertanian yang mendukung efisiensi produksi. Ia pengusaha generasi kedua dari perusahaan alat pertanian terbesar di Indonesia dan dikenal luas di luar negeri. Ia seorang nasionalis Indonesia dengan berbisnis membantu pemerintah dalam proses pembangunan pertaniannya.  Praktek bisnis yang dijalankan ayah, ia dan penerusnya bisa menjadi inspirasi untuk para industrialis dan bisnis person di Indonesia. Peran besarnya dalam pembangunan pertanian mendapat penghargaan justru oleh usaha Sustainable CSR Development yang dilakukan anak perusahaanPT Rutan dalam pembinaan Sektor Usaha Industri Kecil. Harusnya PT Rutan dirangkul oleh pemerintah untuk pengembangan industri pertanian di Indonesia.

Budi Santosa dikenal luas oleh orang Jawa Timur dalam kiprahnya di bidang sosial dan agama. Ia seorang Kristen yang sederhana, santun dan tidak mau menonjolkan diri. Ia mepraktekkan inklusi sosial yang terbukti di terima di Ponpes Sunan Drajat sebagai saudara Muslim yang belum sholat. Banyak yang tidak tahu kalau ia adalah Tionghoa peranakan yang berayahkan Tionghoa Totok dan Ibu berdarah Madura dari Sumenep.    

SEJARAH PT RUTAN DAN ALAT PERTANIAN
PT Rutan didirikan oleh Tan Tie Seng ayah dari Budi Santosa pada tahun 1942 dengan nama Machine Fabriek & Construktiewerkplats Tan Brothers. PT Rutan telah melalui pergantian beberapa kali nama. Pada tahun 1950 Machine Fabriek & Construktiewerkplats Tan Brothers berubah nama menjadi Rutan. Tan Brothers berintegrasi dengan perusahaan Belanda bernama NV Ruhaak.  Nama Rutan adalah nama gabungan dari Ruhaak dan Tan Brothers. Ketika terjadi nasionalisasi perusahaan Belanda maka pada tahun 1958 Tan Tie Seng mengubah nama perusahaannya menjadi PT Rutan Machinery Trading Company. Presiden Soekarno mengusulkan perusahaan ini menggunakan nama Guntur. Tahun 1963 perusahaan ini bernama Pabrik mesin dan Cor Guntur. 
Kemudian Tan Tie Seng dan penggantinya mengembangkan banyak anak perusahaan seperti PT Agrindo, PT Tri Ratna Diesel Indonesia, PTTaiyo Electric Indonesia, C.V Santosa Marine, PT Solco Indonesia, PT Bintang Dasa Agung, PT Mercu Maya Sakti. Semuanya kemudian dalam naungan Rutan Group.

PEJUANG KEMERDEKAAN DAN MEMBANGUN BERSAMA PEMERINTAH
Misi Rutan Group yang disebut dalam buku Dunia Milik Penabur karang Dukut Imam Widodo menyebutkan: “Menjadi pelopor Produksi dan Pemasaran Alat-alat dan Perlengkapan Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Perikanan dan lain-lain dengan harga yang sesuai”. Lebih lanjut dituliskan bahwa PT Rutan Group harus membantu pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yng stabil dan berkembang. Untuk mencapai misi tersebut maka perusahaan ini secara terus menerus perlu mengembangkan, meningkatkan dan menerapkan teknologi yang maju, manejemen yang profesional serta layanan terbaik bagi pelanggan. 
PT Rutan Group sejak awal  telah menunjukkan keperpihakannya ketika terjadi pengalihan kekuasaan. Meskipun Tan Tie Seng berkolaborasi dengan perusahaan Belanda namun ia membuka bengkel perusahaan untuk memperbaiki senjata pejuang kemerdekaan Indonesia ketika jaman Jepang dan perebutan kembali Indonesia oleh Belanda. Karena itu Tan Tie Seng dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia. Cerita ini bisa dilihat di musium perusahaan di Malang. Dalam sejarah perkembangannya kemudian nampak keterlibatan langsung PT Rutan Group dengan urusan pembangunan Indonesia khususnya di bidang pertanian.

BERKEMBANG KARENA KEKUATAN YANG DIBANGUN SENDIRI
PT Rutan Group bisa bertahan dan berkembang hingga sekarang. Usianya di tahun 2017 ini adalah 75 tahun. Perkembangan perusahaan ini dari dokumen yang ada nampak dari usaha dan kekuatan yang dibangun sendiri. Senang dan susah dalam bernegara dan berbangsa dialami sepenuhnya bisnis ini. Mereka mengalami 3 kali pemotongan uang dan krisis moneter tahun 1998. Semua bisa dilewati dengan mengandalkan pada strategi dan praktek bisnis mengutamakan konsumen, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berinovasi terus untuk menemukan produk yang bermutu dan murah. 
Keberlangsungan bisnis PT Rutan diawali dari strategi bisnis yang dipilih oleh Tan Tie Seng sebagai pendiri. Ia menyatakan:”Tak peduli seburuk apapun tingkat ekonomi kita, pertanian akan tetap jalan terus”. Semboyan PT Rutan Group adalah Solusi Pangan Indonesia”. Pilihan bisnis inilah yang menempatkan PT Rutan sebagai partner pemerintah dalam pembangunan pertanian. Ketika PT Rutan Group dipimpin langsung oleh Budi Santosa prinsip yang dipakai adalah bagaimana ia bisa memberi nilai tambah pada produksi yang ia hasilkan. Usaha yang dibangun dengan berjuang memberi nilai tambah pada produksi dan penjualan alat-alat pertanian yang dilakukan.
Menurut Budi ada 2 masalah bisnis di Indoneisa yakni pertama pemerintah menganggap pengusaha itu nakal karena hanya berorientasi memperkaya dirinya. Kedua pemerintah tidak mengerti ekonomi. Jaman Presiden Soeharto orang memproduksi barang namun tidak boleh menjual sendiri. Jalurnya diperpanjang seperti jalur obat ada 4 jalur yakni pabrik, pedagang besar farmasi, distributor dan apotik. Ini yang dinamakan ekonomi gotong royong oleh Presiden Soeharto. Di era Presiden Jokowi mata rantainya diperpendek. Ini lebih baik. Impor akan dipermudah tetapi dengan pengawasan ketat.    

PEMERINTAH BELUM PRO PERTANIAN
Sayangnya pemerintah belum pro pertanian sehingga belum terjadi sinergisitas dengan strategi bisnis PT Rutan Group. Ada yang mengatakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia  di pertanian. Budi belum melihat kesungguhan dari pemerintah mengembangkan pertanian. Indonesia pernah swasembada pangan sebentar di jaman Presiden Soeharto. Sekarang Indonesia impor beras karena harga beras Indonesia lebih mahal. Petani Indonesia disaingi dengan angka-angka yang dibursa dan pemerintah tidak tidak membuat kebijakan yang berpihak pada petani. Akibatnya petani mudah sekali ditekan oleh bursa ekonomi.  Pernah bawang merah banyak di Brebes. Saat itu malah didatangkan bawang merah dri Myammar. Di Tumpang di mana-mana ada pohon kelenkeng tetapi kelengkeng yang dijual di supermarket adalah kelengkeng dari Thailand.  
Kok bisa hal ini terjadi? Kalau hal seperti ini terjadi di Jepang maka rakyat Jepang akan protes.Pernah Jepang mengimpor daging dari Amerika. Lalu para petani Jepang membawa sapinya ke jalan-jalan dan supermarket. Dan anak-anak sekolah sengaja hari itu tidak sekolah. semua ke supermarket, mau memegang sapi. Protes dilakukan dengan santun oleh masyarakat. 


MEKANISASI PERTANIAN
Seharusnya Indonesia pro pertanian dengan mendukung pengembangan teknologi pertanian termasuk peralatannya. Mekanisasi pertanian ini akan menurunkan biaya produksi dan biaya pertanian. Thailand dan Mynmar sudah menggunakan teknologi. Pabrik beras di sana sehari bisa menggiling lebih dari 500-1000 ton sehari. Ini bukan lagi penggilingan beras tetapi sudah masuk tahap pedagang beras. Berasnya kemudian disimpan di dalam tangki-tangki.  Skala mereka sudah besar sehingga mereka tidak memakai mesin beras sembarangan. Karena itu mereka mencari mesin-mesin beras yang betul-betul mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

PERLU PEDAGANG BESAR PERTANIAN
Selain pemerintah Indonesia belum fokus pada mekanisasi pertanian, di Indonesia ada hal yang belum ada yakni pedagang komoditi pertanian. Di Indonesia belum ada pedagang besar pertanian. Kalau kita tahu kelenkeng dan jeruk Thailand bisa sampai ke indonesia. Sayur mereka sampai ke Indonesia. Begitu juga beras Tiongkok dan Vietnam bisa sampai ke indonesia. Karena apa? Karena mereka punya pedagang besar. Kita tidak punya pedagang besar. Di negara maju lainnya juga ada pedagang besar pertanian. Selama ini tengkulak atau pedagang besar dilihat secara salah dan jahat oleh pemerintah dan masyarakat. 
Perubahan mind set dan dukungan adanya pedagang besar pertanian seharus dibuat oleh pemerintah. Tengkulak berfungsi sebagai penyandang stock sehingga harga bisa menjadi stabil. Fungsi penjamin keberlangsungan produk ini yang seharusnya diupayakan. Di Indonesia ayam langsung dibawa ke pasar. Kalau di negara maju ayam dari peternak dibawa ke rumah potong sehingga ayam yang siap dijual dalam keadaan bersih dan tidak dikerumuni lalat. Ayam ini lalu dikemas dengan berbagai cara.   
HUBUNGAN PEDAGANG DENGAN PETANI
Ke depan Indonesia harus masuk ke industri pertanian. Kalau tidak bekerja dalam skala industri maka produksi pertanian sulit dipertahankan apalagi dikembangkan. Karena itu teknologi dari setiap proses pertanian diperlukan untuk mempercepat kerja dengan skala besar. Selain adanya teknologi yang mendukung industri pertanian juga harus memikirkan pedagang besar. 
Praktek salah yang dilakukan oleh tengkulak selama ini yang mencari kelemahan petani untuk memperkaya diri menghambat usaha untuk memajukan pertanian. Seharusnya pengusaha itu bekerja menginjak bumi. Kalau mereka tidak peduli orang lain lalu bagaimana mereka bisa berbisnis? Budi Santosa pada awal tahun 90an ketika Basofi Sudirman menjadi gubernur Jawa Timur menjadi salah satu ketua bidang pangan Program Kembali ke Desa. Peran ini membuat Budi melihat praktek mafia di bidang pertanian. Contoh: bisnis sayur di Keputran Surabaya. Ada yang mengatur truk, tukang becak yang mendistribusikan sayur tersebut. Praktek mafia ini yang membuat harga sayur jadi mahal.
Pengusaha yang hanya targetnya mencari untung sesungguhnya menurut Budi belum memenuhi tujuan yang sebenarnya. Bekerja jangan hanya mencari untung tetapi harus menekuni apa yang dikerjakan itu dan mempertanyakan hasil pekerjaannya berkontribusi apa pada bangsa. Ayah Budi telah memberi contoh berada di garis depan. Begitu juga Budi, ketika penguasa pada waktu itu  bertindak salah maka ia tidak mau menjadi bagian. Akibatnya ia mau menerima risiko dengan pekerjaannya diganggu di masa orde baru. Kata Budi:”Sekarang selama kita benar di bidang keuangan dan yang lain maka pemerintah akan menghargai kita. Ini sesuatu yang mendasar bagi kami di Rutan Group”. 
Jadi pemerintah perlu memikirkan pengembangan pertanian di Indonesia dengan berpikir dalam skala industri. Karena itu inovasi, teknologi, efisiensi dan orientasi pada pasar pembeli harus dilakukan. Jangan hanya bicara di tataran normatif saja. Normatif tidak akan memberi kemajuan apa-apa.  

BERBISNIS DENGAN PEDULI MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Sebelum konsep triple bottom line (People, Planet and Profit) digulirkan untuk memperbaiki sistem kapitalis yang berwatak eksploitatif, Budi Santosa telah melaksanakan prinsip tersebut. Manusia bernama karyawan, pelanggan, manusia yang ada di sekitar pabrik diperhatikan Budi. Sebelum difabel diperhatikan pemerintah, PT Rutan Group telah mempekerjakan difabel sebagai karyawan dengan hak dan kewajiban yang sama dengan karyawan lain. 
Budi sadar betul bahwa konsumen begitu penting. Konsumen perusahaannya 99,9% beragama Muslim. Karena itu Budi bersikap dan bertindak infklusif dengan berusaha untuk bisa diterima dengan baik. Ia belajar budaya dan adat istiadat yang ada. Kefasihannya pada budaya dan ajaran Islam membuat Budi jadi rujukan studi doktor untuk hubunganMuslim dan Kristen. Tindakan ini membuat Budi mempertanyakan kritik terhadap orang Tionghoa yang ekslusif. Bagaimana bisa eksklusif kalau mau hidup di Indonesia. Selain itu kalau manusia tidak memberi manfaat untuk sekitarnya maka mereka tidak akan dibutuhkan. Karena itu penting bagi Budi untuk selalu membuat dirinya bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana ia menjalankan ajaran agamanya agar mejadi terang dan garam dunia. 
Budi melihat manusia sebaiknya jangan dikotak-kotak. Manusia di mana-mana adalah sama. Semua kitab agama yang ada tidak ada penyebutkan nama agama tertentu. Semuanya menyebutkan umat. Karena itu manusia harus dilihat sebagai ciptaan seutuhnya yang hidup dalam budaya yang berbeda. 

KOMPETITOR SEBAGAI SPARING PARTNER
Budi menilai bahwa manusia tidak mungkin hidup sendiri. Hidup harus punya nilai untuk orang. Karena itu jangan memikirkan untuk memonopoli untuk diri sendiri. Kalau tidak ada saingan maka usaha itu bisa mati. Katanya:”Saingan itu diperlu untuk melihat kelemahan kita. Apa yang menjadi kelemahan kita itulah yang dilakukan oleh saingan kita. Kelemahan kita tidak mungkin diikuti oleh kompetitor”. Ini sikap bisnis yang unik dari Budi dan keluarganya. Karena itu kompetitor diperlakukan Budi sebagai sparing partner. Selain PT Rutan yang memproduksi traktor tangan adalah CV KHS yang memproduksi alat-alat pertanian dengan merk “quick”. KHS adalah akronim dari pemilik dan pendiri perusahan ini yakni Kwik Hing Sie. Budi dan keluarga berteman baik dengan Kwik dan keluarga. Jadi kompetitor diperlakukan Budi sebagai sparing partner. Karena itu ia tidak takut kalau hasil ciptaan perusahaan dijiplak perusahaan lain di Indonesia maupun luar negeri. Soal ini memacu perusahaannya untuk meningkatkan mutu dan efisiensi kerja.    

BERPARTNER DENGAN SUNAN DRAJAT
Pondok Pesantren Sunan Drajat di Banjar Paciran Lamongan yang dipimpin oleh KH Abdul Ghofur saat inibekerja sama dengan  PT Rutan Group. Ternyata Pondok Pesantren ini tidak hanya mengajar ilmu agama tetapi mereka mempunyai Sekolah Kejuruan Kelautan Nautical. Budi Santosa membantu mengadakan laboratorium kapal untuk sekolah kejuruan kelautan tersebut dengan memindahkan galangan kapal milik Santosa Marine-PT Agrindo ke Tunggul-Paciran-Lamongan dekat dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Galangan kapal ini diubah namanya menjadi PT Budiman Mercu Samudra (BMS). Tahun 2016 mereka sudah memiliki 3 International Welding Certificete, In-House training certificates in Metalurgy in Digital Mapping. Mereka sudah trampil magang berbayar pada galangan kapal BMS dan siap menghadapi Unas tahun 2017. 

PELUANG BISNIS DAN PERUSAHAAN GALANGAN KAPAL
Menurut Budi Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta lebih adalah sebuah pasar untuk apa saja yang besar. Misalnya saja kalau bisa bikin kancing baju beberapa banyak yang membutuhkan? Untuk bisa menjadi entrepreneur memang orang harus berada di lingkungan tersebut. Peluang bisnis terakhir yang dilihat Budi adalah membuat galangan kapal. 
Berawal dari order pembuatan perahu aluminium dari Australia. Dari sini Budi membuat fasilitas pembuatan kapal hingga tongkang berbahan aluminium di Bambe Driyorejo Gresik. Anak perusahaan PT Agrindo ini telah berhasil membuat beberapa kapal. Ternyata galangan di Bambe setelah dihitung terlalu mahal. Karena itu di bawah naungan PT Budiman Mercu Samudra dipindahlah galangan kapal di Bambe ke pantai Tunggul-Paciran-Lamongan. Pembangunan galangan kapal ini dimulai Nopember 2013. 

PRAKTEK KERJA DAN ENPRENEUR MUDA NASIONALIS
Budi masuk Dewan Pendidikan Presiden Jokowi. Dewan Pendidikan ini yang mengusulkan agar Presiden Jokowi membuat peraturan tentang mewajibkan industri untuk menerima siswa dan mahasiswa magang. Anak SMK diberi teori selama 2 tahun lalu tahun ke 3 dia magang di industri. Selama ini pendidikan teknik diperlakukan seperti pendidikan sastra atau filsafat. Hanya bicara tex book tetapi tidak bisa mempraktekkan. Usulan ini telah dilakukan Budi dengan menerima anak SMK magang selama 1 tahun ketika kelas 3 sejak. Apa yang dilakukan Budi yang biasa diberikan oleh S-1 mertalugi bisa dipraktekkan hanya 10 hari. Untuk ini Budi menuntut disiplin dari peserta magang dan guru. Kalau tidak serius magan maka ia tidak segan mengeluarkan anak-anak ini dari magang di pabriknya. Jokowi telah membuat peraturan ini dan hal ini sudah dipraktekkan sekarang. 
Usulan kedua adalah mendidik anak kolongmerat untuk memiliki jiwa nasionalis. Mereka diikutkan ke Lemhanas selama seminggu. Anak-anak ini diharapkan membuat bisnis yang bisa menyerap tenaga kerja. Usulan ketiga tentang bela negara untuk lulusan pondok. Selain ini Budi bersama orang seperti Ciputra memberi motivasi ke anak-anak muda di berbagai tempat agar bisa menjadi usahawan mandiri. 

BEGITU BANYAK KEGIATAN SOSIAL YANG DIIKUTI
Budi terlibat banyak organisasi dan kegiatan sosial. Salah satunya selama 12 tahun Budi berkiprah di YPPI sebagai ketua Yayasan. Pada saat ia masuk YPPI lagi sakit dan tidak ada yang mau memperbaiki. Ia menerima terlibat di YPPI karena melihat ada potensi. Sekarang YPPI sudah sehat. Ia minta agar aset YPPI dinilai selain membuat laporan keuangan standar. Jadi kalau ada yang mau take over akan memudahkan karena terbaca semuanya. Sekarang ia menjadi pembina YPPI. 

Source text: Esthi Susanti Hudiono
Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Hidup Penuh Berkah. Ukuran: 130 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2017.

If you would like to buy this original painting directly from the artistschedule a studio visit to see the artwork in person, order commission or any business inquiries, please contact +6285602897020 (WhatsApp) or send an e-mail to serunibodjawati@gmail.com 

Free Shipping Worldwide
***SOLD***

Popular Posts